Permintaan Sarung Tangan Global Naik, MARK Perkuat Daya Saing

18 Sep 2026
Admin MDI

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), produsen cetakan sarung tangan atau hand former, memperkuat daya saing di tengah pertumbuhan permintaan sarung tangan global. Perseroan mengembangkan inovasi produk, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat pemenuhan standar rantai pasok yang ditetapkan pelanggan internasional. Langkah tersebut dilakukan ketika industri sarung tangan dunia menghadapi peningkatan kebutuhan, sekaligus tuntutan yang semakin kompleks terhadap kualitas produk, konsumsi energi, ketertelusuran, dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.

MARK menyebut, permintaan sarung tangan global diperkirakan mencapai sekitar 405 miliar unit pada 2026.
Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 444 miliar unit pada 2028, dibandingkan sekitar 300 miliar unit pada 2023. Pertumbuhan kebutuhan tersebut didukung oleh meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan dan kebersihan, penerapan standar keselamatan, serta meluasnya penggunaan sarung tangan pada sektor kesehatan dan industri. Bagi produsen hand former, perkembangan ini menjadi bagian dari peluang untuk memperkuat penetrasi pasar internasional. Namun, peningkatan kebutuhan sarung tangan juga berjalan bersamaan dengan perubahan persyaratan dari produsen sarung tangan terhadap pemasok cetakan.

Permintaan sarung tangan global meningkat

 Sarung tangan merupakan salah satu produk yang digunakan dalam kegiatan kesehatan dan industri. Seiring meningkatnya perhatian terhadap kesehatan dan kebersihan, kebutuhan terhadap produk tersebut turut berkembang.

MARK mencatat permintaan sarung tangan global diperkirakan mencapai 405 miliar unit pada 2026. Permintaan itu diproyeksikan naik menjadi 444 miliar unit pada 2028. Jika dibandingkan dengan sekitar 300 miliar unit pada 2023, proyeksi tersebut menunjukkan peningkatan kebutuhan sarung tangan dunia dalam beberapa tahun mendatang.

Besarnya aktivitas industri sarung tangan di Malaysia juga menjadi bagian dari peluang pasar bagi pemasok hand former. MARK menyebut, perseroan telah menjadi pemasok tunggal hand former bagi beberapa produsen sarung tangan besar di negara tersebut. Posisi itu memberikan akses bagi perseroan untuk memahami perkembangan teknologi dan kebutuhan industri sarung tangan global. Selain itu, hubungan dengan produsen sarung tangan besar menjadi bagian dari pengembangan pasar internasional MARK, terutama ketika pelanggan semakin memperhatikan kualitas dan pemenuhan standar produksi.

Standar pemasok hand former semakin tinggi

 Perubahan kebutuhan industri sarung tangan tidak hanya terlihat dari peningkatan volume permintaan. Produsen sarung tangan juga semakin memperhatikan sejumlah aspek dalam memilih pemasok cetakan.

MARK menyebutkan, produsen sarung tangan kini tidak hanya menilai hand former berdasarkan harga dan ketahanan produk. Aspek lain yang diperhatikan mencakup konsumsi energi, kestabilan produksi, reject rate, umur pakai, ketertelusuran, serta kelengkapan dokumentasi. Perubahan tersebut membuat kualitas produk dan kepatuhan terhadap standar global menjadi hambatan masuk yang semakin tinggi bagi pemasok baru. Dengan demikian, persaingan pemasok hand former tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memproduksi cetakan. Pemasok juga perlu memenuhi persyaratan yang berkaitan dengan efisiensi produksi dan rantai pasok pelanggan. Presiden Direktur MARK Ridwan Goh mengatakan, pelanggan kini memiliki pertimbangan yang lebih luas dalam menilai kualitas hand former.

Pencapaian sertifikasi itu disebut memperkuat kesiapan MARK dalam memenuhi persyaratan rantai pasok pelanggan global.
Kapasitas produksi MARK capai 1,6 juta unit per bulan MARK menyatakan terus memperkuat kualitas, efisiensi, dan inovasi produk untuk memenuhi perubahan kebutuhan industri global. Perseroan memiliki kapasitas produksi mencapai 1,6 juta unit hand former per bulan. MARK menyebut kapasitas tersebut merupakan yang tertinggi di antara perusahaan sejenis.

Kapasitas produksi menjadi salah satu bagian dari kesiapan perseroan dalam melayani kebutuhan pelanggan. Seiring dengan pertumbuhan permintaan sarung tangan global, kemampuan memenuhi kebutuhan produksi menjadi aspek yang berkaitan dengan penguatan pasar internasional.
Ridwan mengatakan, inovasi yang dikembangkan perseroan diarahkan untuk memberikan manfaat nyata dan nilai tambah bagi pelanggan.

“Inovasi yang kami kembangkan harus memberikan manfaat nyata dan nilai tambah bagi pelanggan. Dengan kapasitas produksi mencapai 1,6 juta unit hand former per bulan, yang merupakan kapasitas tertinggi di antara perusahaan sejenis, MARK akan terus memperkuat kualitas, efisiensi, dan inovasi produk untuk memenuhi perubahan kebutuhan industri global,” ujar Ridwan. Pengembangan kapasitas dan inovasi tersebut berjalan bersamaan dengan perhatian perseroan terhadap kualitas, efisiensi energi, lingkungan, dan tanggung jawab sosial. MARK hadiri IRGCE 2026 di Malaysia MARK turut berpartisipasi dalam 12th International Rubber Glove Conference & Exhibition (IRGCE) 2026 yang diselenggarakan pada 8–10 September 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia. IRGCE menjadi forum bagi industri sarung tangan global yang menghadirkan pemimpin industri, pakar teknologi, peneliti, serta perwakilan lembaga internasional.
Bagi MARK, keikutsertaan dalam IRGCE 2026 menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat penetrasi pasar internasional dan memahami perkembangan teknologi serta kebutuhan industri sarung tangan global.